-article-1578184194.jpeg)
Penggunaan headset memang memudahkan kita mendengarkan musik, menonton video, atau bekerja tanpa mengganggu orang lain. Namun, kebiasaan menggunakan headset yang tidak sehat bisa menimbulkan gangguan pendengaran jangka panjang. Berikut enam kebiasaan yang harus diwaspadai agar telinga tetap sehat.
1. Memutar Volume Terlalu Keras
Dampak
Mendengarkan musik dengan volume tinggi secara terus-menerus bisa merusak sel-sel rambut di telinga bagian dalam, yang berfungsi menangkap suara. Jika dibiarkan, hal ini bisa menimbulkan tinnitus (denging di telinga) atau gangguan pendengaran permanen.
Tips
- Gunakan aturan 60/60: volume maksimal 60% dari kapasitas headset dan durasi tidak lebih dari 60 menit.
- Gunakan headset yang memiliki noise-cancelling agar tidak perlu menaikkan volume di tempat bising.
2. Menggunakan Headset Terlalu Lama
Dampak
Pemakaian headset berjam-jam tanpa istirahat bisa membuat telinga lelah dan meningkatkan risiko iritasi atau infeksi.
Tips
- Beri waktu istirahat 5–10 menit setiap jam pemakaian headset.
- Sesekali lepaskan headset untuk membiarkan telinga “bernapas”.
3. Memakai Headset Saat Tidur
Dampak
Tidur dengan headset bisa menekan telinga, mengganggu sirkulasi, bahkan menimbulkan luka kecil di saluran telinga. Selain itu, risiko gangguan pendengaran meningkat karena volume musik cenderung keras untuk menutupi suara di lingkungan.
Tips
- Gunakan speaker atau alarm tanpa headset saat tidur.
- Jika tetap ingin mendengarkan musik, pilih headset nirkabel dengan volume rendah dan timer otomatis mati.
4. Tidak Membersihkan Headset
Dampak
Headset yang jarang dibersihkan menjadi sarang bakteri dan kotoran telinga. Ini bisa menimbulkan infeksi telinga atau gatal-gatal yang akhirnya mengganggu pendengaran.
Tips
- Bersihkan headset secara rutin dengan lap lembut dan alkohol.
- Hindari menggunakan headset orang lain untuk mencegah penularan bakteri.
5. Menggunakan Headset di Tempat Bising
Dampak
Di keramaian atau transportasi umum, banyak orang menaikkan volume headset agar terdengar jelas. Kebiasaan ini menambah risiko kerusakan telinga bagian dalam.
Tips
- Pilih headset dengan peredam bising (noise-cancelling) agar bisa mendengar dengan volume lebih rendah.
6. Tidak Memperhatikan Gejala Awal Gangguan Pendengaran
Dampak
Sering mengalami telinga berdenging, suara terdengar samar, atau kesulitan mendengar percakapan adalah tanda awal gangguan pendengaran. Jika diabaikan, kerusakan bisa permanen.
Tips
- Segera konsultasikan ke dokter THT jika muncul gejala gangguan pendengaran.
- Lakukan pemeriksaan rutin minimal setiap 1–2 tahun untuk menjaga kesehatan telinga.
Kesimpulan
Menggunakan headset tidak berbahaya selama dilakukan dengan bijak. Hindari enam kebiasaan di atas agar telinga tetap sehat dan pendengaran tidak terganggu. Ingat, pencegahan lebih baik daripada mengobati!