Gempa Magnitudo 4,7 Mengguncang Flores Timur, Puluhan Rumah Rusak Parah


Gempa Dangkal Terjadi Tengah Malam


Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,7 mengguncang wilayah Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu malam, 8 April 2026. Getaran gempa tersebut dirasakan cukup kuat oleh warga di sejumlah wilayah, terutama di Kecamatan Adonara Timur. Akibat kejadian tersebut, puluhan hingga ratusan rumah dilaporkan mengalami kerusakan, sebagian di antaranya rusak berat.


Menurut laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), gempa terjadi sekitar pukul 23.12 WIB dengan pusat gempa berada di darat sekitar 21 kilometer tenggara Larantuka dengan kedalaman sekitar 5 kilometer. Kedalaman yang relatif dangkal membuat getaran terasa cukup kuat di beberapa desa sekitar pusat gempa.


Gempa ini sempat membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Beberapa warga mengaku merasakan getaran selama dua hingga empat detik yang cukup kuat hingga membuat perabot rumah bergoyang.



Puluhan Rumah Rusak, Warga Mengungsi


Data sementara dari pemerintah daerah menunjukkan puluhan hingga lebih dari seratus rumah warga mengalami kerusakan akibat gempa tersebut. Desa Terong dan Desa Lamahala di Kecamatan Adonara Timur menjadi wilayah yang paling terdampak.


Laporan terbaru menyebutkan setidaknya sekitar 79 rumah rusak akibat gempa tersebut, sebagian di antaranya mengalami kerusakan berat pada dinding dan atap bangunan.


Namun jumlah ini masih terus bertambah seiring dengan proses pendataan yang dilakukan oleh aparat pemerintah dan tim penanggulangan bencana. Beberapa laporan lain bahkan menyebut jumlah rumah rusak bisa mencapai lebih dari 100 unit.


Kerusakan rumah sebagian besar disebabkan oleh konstruksi bangunan yang belum sepenuhnya tahan gempa. Banyak rumah warga di daerah tersebut masih menggunakan bahan sederhana seperti kayu dan batu bata tanpa struktur penguat yang memadai.



Korban Luka dan Warga Terdampak


Selain kerusakan bangunan, gempa ini juga menyebabkan sejumlah warga mengalami luka-luka. BNPB mencatat sedikitnya lima orang mengalami luka berat dan sepuluh lainnya luka ringan akibat tertimpa material bangunan yang runtuh saat gempa terjadi.


Selain korban luka, sekitar 100 keluarga dilaporkan terdampak langsung oleh bencana ini. Sebagian warga memilih mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman seperti lapangan terbuka, tenda darurat, atau rumah kerabat terdekat.


Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama aparat setempat segera turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi, pendataan kerusakan, serta menyalurkan bantuan darurat bagi korban terdampak.



Gempa Susulan Terjadi Puluhan Kali


Setelah gempa utama berkekuatan magnitudo 4,7 terjadi, wilayah Flores Timur juga mengalami sejumlah gempa susulan. BMKG mencatat puluhan gempa kecil terjadi dalam beberapa jam setelah gempa utama.


Data sementara menunjukkan lebih dari 60 kali gempa susulan tercatat hingga pagi hari setelah kejadian. Meski sebagian besar berkekuatan kecil, gempa susulan ini membuat warga tetap waspada dan memilih tidak kembali ke dalam rumah mereka.


Gempa susulan merupakan hal yang umum terjadi setelah gempa utama karena adanya penyesuaian struktur batuan di dalam bumi setelah terjadi pergeseran pada sesar aktif.



Penyebab Gempa di Flores Timur


Berdasarkan analisis BMKG, gempa ini termasuk gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar aktif di wilayah Flores Timur. Wilayah Nusa Tenggara Timur memang dikenal sebagai daerah yang memiliki aktivitas tektonik cukup tinggi karena berada di zona pertemuan beberapa lempeng bumi.


Pergerakan lempeng tersebut menyebabkan terbentuknya banyak patahan aktif di sekitar kawasan Flores. Ketika tekanan pada patahan tersebut dilepaskan, maka terjadilah gempa bumi.


Meski magnitudo gempa kali ini tergolong sedang, dampaknya tetap cukup besar karena pusat gempa berada di darat dan dekat dengan permukiman warga.



Upaya Penanganan dan Bantuan


Pemerintah daerah Flores Timur bersama BPBD langsung melakukan langkah tanggap darurat setelah gempa terjadi. Beberapa langkah yang dilakukan antara lain:




  • Melakukan evakuasi warga yang rumahnya rusak

  • Mendirikan tenda pengungsian sementara

  • Menyalurkan bantuan logistik seperti makanan, air bersih, dan selimut

  • Melakukan pendataan kerusakan rumah dan fasilitas umum


Petugas juga terus memantau kondisi di lapangan untuk memastikan tidak ada korban yang terjebak di reruntuhan bangunan. Bantuan dari pemerintah provinsi NTT juga mulai disiapkan untuk membantu proses pemulihan pascabencana.



Warga Diminta Tetap Waspada


Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Warga diminta untuk sementara waktu menghindari bangunan yang retak atau rusak parah karena berpotensi roboh jika terjadi gempa susulan.


Selain itu, masyarakat juga diimbau mengikuti arahan dari aparat dan petugas kebencanaan agar proses penanganan bencana dapat berjalan dengan aman dan tertib.



Flores dan Riwayat Gempa Bumi


Pulau Flores memiliki sejarah panjang terkait aktivitas gempa bumi. Salah satu gempa paling besar yang pernah terjadi di wilayah ini adalah gempa Flores tahun 1992 dengan magnitudo sekitar 7,7 yang memicu tsunami dan menyebabkan ribuan korban jiwa.


Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa wilayah Nusa Tenggara Timur berada di kawasan yang rawan gempa sehingga kesiapsiagaan masyarakat sangat penting untuk meminimalkan dampak bencana di masa depan.



Kesimpulan


Gempa magnitudo 4,7 yang mengguncang Flores Timur pada April 2026 menimbulkan kerusakan cukup signifikan pada rumah warga, terutama di wilayah Adonara Timur. Puluhan hingga ratusan rumah dilaporkan rusak dan sejumlah warga mengalami luka-luka.


Pemerintah daerah bersama tim penanggulangan bencana kini masih terus melakukan pendataan serta memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak. Warga diimbau tetap waspada terhadap gempa susulan dan mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama.


SUMBER BERITA : wikipedia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *